Header

Apa Prosedur PERPANI dalam Mengatasi Sengketa Hasil Skor Atlet?

  • Home
  • Apa Prosedur PERPANI dalam Mengatasi Sengketa Hasil Skor Atlet?

Dalam cabang olahraga panahan, akurasi penghitungan poin merupakan faktor paling krusial yang menentukan kemenangan seorang atlet di dalam sebuah kompetisi resmi. Perbedaan penafsiran letak tancapan anak panah pada lingkaran target sering kali menjadi pemicu timbulnya perselisihan skor antara atlet, pelatih, dan panitia pertandingan. Untuk menjaga sportivitas serta keadilan selama kejuaraan berlangsung, tata cara penyelesaian protes yang diterapkan oleh PERPANI Banda Aceh memberikan mekanisme penyelesaian sengketa skor secara transparan, objektif, dan berlandaskan pada aturan internasional World Archery. Prosedur ini memastikan setiap klaim dinilai berdasarkan bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Prosedur awal penyelesaian sengketa dimulai di lapangan pertandingan (field of play) saat proses pencatatan skor sedang berlangsung. Apabila atlet atau manajer tim meragukan nilai tancapan anak panah yang berada di garis pembatas nilai (line cutter), mereka berhak mengajukan keberatan kepada wasit papan (target judge) sebelum anak panah dicabut dari bantalan target. Pencabutan anak panah secara sepihak sebelum keputusaan wasit keluar akan membuat klaim keberatan batal secara otomatis dan nilai awal tetap dinyatakan berlaku.

Wasit yang bertugas selanjutnya akan melakukan pemeriksaan fisik secara langsung menggunakan kaca pembesar khusus atau instrumen pembantu visual dari posisi tegak lurus target. Keputusan yang diambil oleh wasit lapangan pada tahap ini bersifat mengikat untuk penentuan skor tembakan tersebut. Namun, jika ditemukan adanya indikasi kesalahan prosedur pencatatan atau kendala teknis pada sistem penghitungan elektronik, pihak manajer tim diperbolehkan mengajukan protes tertulis secara formal kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal).

Tahapan penyelesaian protes tingkat resmi ini dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi pertandingan dari PERPANI Langsa demi menjamin keadilan bagi seluruh peserta. Protes tertulis wajib diserahkan dalam batas waktu maksimal 15 menit setelah sesi pertandingan berakhir, disertai dengan uang jaminan (protest fee) sesuai dengan ketentuan kompetisi. Dewan Hakim yang terdiri dari pejabat netral kemudian akan menyidangkan kasus tersebut dengan memeriksa catatan skor manual, data rekaman kamera target, serta kesaksian dari para petugas lapangan.

Pemanfaatan teknologi pemantauan kamera target berspesifikasi tinggi kini semakin mempercepat proses verifikasi data saat sengketa terjadi. Dengan adanya rekaman video dari berbagai sudut pandang, keraguan mengenai keabsahan tembakan dapat diselesaikan secara cepat tanpa mengganggu jadwal pertandingan yang sedang berjalan. Transparansi penggunaan bukti digital ini meningkatkan kepercayaan para atlet terhadap netralitas kepemimpinan wasit di lapangan.

Penerapan standar pengelolaan perselisihan yang profesional dari PERPANI Lhokseumawe terbukti mampu menciptakan iklim kompetisi panahan yang sehat, tertib, dan bebas dari kecurangan. Dengan kepastian hukum dan tata cara penyelesaian sengketa yang terstruktur dengan baik, para atlet panahan dapat fokus menorehkan prestasi terbaik mereka di lapangan tanpa perlu khawatir akan dirugikan oleh potensi kesalahan penilaian skor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *